Monitoring Keamanan Jaringan Dengan Snort IDS Menggunakan Metode Forensic Jaringan (Studi Kasus: CV.Triem Gunung Mas Sejahtera)
Kata Kunci:
Alert, IDS, Mikrotik, Snort, NetcutAbstrak
Seorang pengelola server jaringan dan internet (system administrator) memiliki tanggung jawab terhadap
keamanan sistem dari waktu ke waktu, memastikan bahwa sistem dan jaringan yang dikelola terjaga dari berbagai
peluang ancaman. Perusahaan merupakan salah satu tempat dimana penggunaan jaringan internet terbuka
terhadap pemakai-pemakainya. CV. Triem Gunung Mas Sejahtera menggunakan jaringan Wireless Local Area
Network (WLAN) sebagai jaringan local dan internet. Penggunaan tersebut bisa dipergunakan dengan benar dan
tidak pula disalahgunakan pemakaiannya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem dalam menangani
penyalahgunaan jaringan atau ancaman yang akan terjadi. Sistem yang hanya mendeteksi ini akan
diimplementasikan dengan menggunakan aplikasi Intrusion Detection System (IDS) yaitu Snort dan Mikrotik,
Netcut sebagai penindak lanjutnya terhadap alert snort yang dihasilkan. Berdasarkan percobaan serangan
dengan komputer yang terpasang snort dapat mengetahui apa yang sedang terjadi yang di hasilkan pada alert
seperti serangan Ping Of Death. Setelah itu ip address dapat terlihat dan untuk menindak lanjuti dapat mem-block
ip address dan mac address menggunakan Mikrotik dan Netcut sehingga tidak dapat menyerang lagi.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2019 Idrus Ramadhan (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.